Sabtu, 22 September 2018

Cara Membuat Laporan Laba Rugi ala Para Ahli Akuntansi



Keuntungan yang disajikan dalam LAPORAN LABA RUGI adalah tujuan utama dari berbisnis. betul begitu kan?

Bila anda mengatakan bila bisnis sekedar mengisi waktu luang, hobi atau daripada nganggur, boleh-boleh saja, tak ada yang ngelarang.

Semua tergantung pada niatnya kata orang bijak.
Bila niat anda berbisnis bukan untuk mencari keuntungan, namun yang kedua, "aku salut bro, dua jempol untu Sampeyan" :)

Apakah perlu dibuat Laporan Laba Rugi?
Kedua niat dan tujuan berbisnis di atas, perlu dibuatkan Laporan Keuangan!
"loh kok gitu?"
"ya emang seperti itu, piyeh maneh"

Kecuali kalau bisnismu ingin meluncur ke jurang kebangkrutan, yo wis kagak usah dibuat laporan laba rugi dan laporan-laporan yang lain :)

So, bagaimana cara membuat laporan laba rugi?
"Gampang kok mas, ndak sulit"
"gampang gimana?"
"iya gampang"
"pelajari formatnya, lalu ikuti dan kemudian sajikan seperti format tersebut, beres deh"
"gitu ya?"
"yuppp"
Sekarang kita bedah anatomi laporan laba rugi yo...


Format Laporan Laba Rugi 

Perhatikan ilustrasi gambar yang menjelaskan format laporan laba rugi berikut:

format laporan laba rugi

Dari gambar ilustrasi di atas kita jadi tahu, bahwa dalam laporan laba rugi ada 4 komponen utama yang menyusunnya, yaitu:
1. Sales atau penjualan
2. COGS atau Harga Pokok Penjualan (HPP)
3. Expenses atau Beban atau Biaya
4. Biaya dan pendapatan lain seperti pendapat dan biaya bunga

Format laporan laba rugi sudah ketemu, selanjutnya adalah mengelompokkan transaksi-transaksi bisnis sesuai dengan komponen penyusun laporan laba rugi.

"Terus piye maneh bro?"

"yo wis tinggal sajikan saja hasil pengelompokkan yang sudah kita kerjakan, selesai deh"

Gampang kan?

Agar semakin jelas, berikut ini saya sajikan contoh laporan laba rugi:


Itulah bentuk sederhana dari sebuah laporan laba rugi, sekarang waktunya kita untuk mempraktekkan ilmu berharga ini dalam lingkungan bisnis kita.

Dan agar semakin jelas, saya sajikan satu contoh lagi laporan laba rugi perusahaan dagang berikut ini:
contoh laporan laba rugi

Bagaimana, mudahkan kan?
Sekarang coba buat laporan keuangan untuk usahamu sendiri, dan kalau masih ada yang belum jelas silahkan ditanyakan...
Atau jika tak ingin ribet dalam mengelola keuangan usaha, Anda bisa menggunakan SOP Accounting & Finance dengan Accounting Tools yang bagus dan tepat guna.

Demikian sedikit yang bisa kami share, semoga bermanfaat dan terima kasih.*****



Kamis, 05 Mei 2016

Artikel menarik, renyah dan mencerahkan tentang akuntansi dan keuangan

blog manajemenkeuangan.net


Terima kasih untuk pembaca setia di blog ini,
untuk memberikan layanan yang lebih luas, berkualitas dan jos markojos,

kami membuka rumah baru, bukan rumah minimalis sederhana, tapi rumah sederhana yang di-isi dengan konten menarik dan bermanfaat tentang :

1. Manajemen keuangan
2. Akuntansi
3. Download gratis ebook bagus tentang soft skill, form dan template keuangan yang langsung bisa digunakan sesuai kebutuhan Anda.
4. Informasi tentang pembelajaran komputer akuntansi dan seluk beluk software/aplikasi akuntansi.

Semua materi tersebut disampaikan secara renyah, nyante, namun mengenai dan masuk ke dalam pikiran dan sanubari tanpa diduga.

Ada artikel terbaru tentang cara menghitung zakat properti dan cara menghitung zakat profesi,
ikuti cara-cara sederhananya, gampang dipelajari dan dipraktekkan.

Buruan menjelang Ramadhan, agar bisa membersihkan harta-hartamu dan tenang menjalankan ibadah Ramadhan,

Bila ingin mengintip laporan keuanga sebuah klub sepak bola serta dibandingkan dengan klub persebaya dengan bonekmanianya ada di artikel laporan keuangan klub sepak bola

Atau bila ingin memiliki motor sport ala BMW K1300S, ada juga caranya di artikel inilah cara memiliki motor sport.

Pokoknya gak ada ruginya mengikuti artikel-artikel cantik di blog manajemen keuangan :)

manajemen keuangan blog

Anda yang ingin mendalami dan mahir masalah manajemen keuangan, akuntansi dan mahir membuat Standar operasional prosedur - SOP Akuntansi Keuangan segera saja berlangganan artikel blog Manajemen Keuangan.

Selalu ada yang baru setiap minggunya, bahkan sebelum seminggu artikel baru sudah nongol. artikel yang benar-benar menggugah jiwa, mencerdaskan otak, dan bermanfaat untuk perbaikan hasil kerja dan karir anda.

Tidak hanya artikel-artikel bermanfaat, kami juga membuat template dan tool-tool akuntansi simple dan ringan, seperti aplikasi Excel untuk menghitung stock barang dagangan, aplikasi excel untuk menghitung PPh 21, menghitung penyusutan dan masih banyak lagi.

Kami peduli pada Anda...

Maka terlalu sayang bila dilewatkan begitu saja....

Minggu, 13 Maret 2016

Hibernate atau Mati !

hibernate-atau-mati
Batu Akik




Update terbaru artikel-artikel menarik, renyah, dan inspiring tentang manajemen keuangan, akuntansi, karir bidang keuangan, dan personal finance pindah ke  www.manajemenkeuangan.net


Sabtu dan minggu di awal Maret, saya mendengarkan cerita tentang akik dari tukang yang sedang memperbaiki rumah, dia bercerita bahwa batu akik di Indonesia adalah yang terbaik di dunia :)

Bumbu cerita mistik pun meluncur deras dari lisannya. Salah satunya adalah batu akik yang dilemparkan ke sungai, air sungai berubah warna menjadi merah! Masih menurutnya, ada batu akik yang di dalamnya ada taman hijau yang rumputnya hidup!

Terlepas benar atau tidaknya cerita itu, fakta menunjukan bahwa aura batu akik kini telah hilang, tidur sementara, atau selamanya hanya Tuhan yang tahu. Harga batu akik turun drastis bahkan cenderung tidak laku.

Bercerita ‘kemonceran’ batu akik beberapa waktu lalu, bahkan pernah menjadi selebriti di Google sangat menarik  mencermati dua artikel dari Cak Iman Supriyono dan Kang Yodhia Antariksa yang membahas tentang batu akik yang pernah ‘moncer’ beberapa waktu yang lalu, pendapat keduanya hampir mirip bahwa bisnis batu akik adalah bisnis yang belum mapan.

Cak Iman Supriyono  menyebutkan bahwa karakter bisnis adalah non branded dengan pasar belum mapan. Harga dan tata niaga sangat bervariasi. Mirip saham berkapitalisasi pasar rendah. Masih menurutnya, harga mudah dipermainkan dan resiko tinggi.

Padahal untuk membangun merk yang baik adalah tentang komunikasi dari hati ke hati, tentang berbagi spirit, nilai-nilai luhur, otentisitas, keyakinan dan rasa saling percaya dengan pelanggan.

Lalu bagaimana menurut Kang Yodhia Antariksa yang seorang konsultan manajemen, kehebohan batu akik ketika itu menurutnya sebagai fenomena “kegoblokan kolektif”!     

Para ahli ilmu financial psychology atau financial behavior menyebut fenomena financial mania itu dengan istilah “irrational exuberance”.

Irrational exuberance adalah saat ribuan atau bahkan jutaan orang berbondong-bondong membeli sesuatu karena dorongan emosi kolektif. Yang acap tidak rasional. Emosi dan eforia masal membuat kita semua mudah terjebak dalam “irrational exuberance”. Ramai-ramai menjadi goblok. Kegoblokan kolektif.

Pelan-pelan, eforia masal itu biasanya menjadi bubble yang kemudian pecah. Gelombang kegilaan kolektif itu mendadak meletus, dan seketika semua harga berjatuhan.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah fenomena batu akik itu hanya redup sementara atau layu dan mati untuk selama-lamanya....

Kita tunggu saja perkembangannya.

***

Rabu, 02 Maret 2016

Cara Meningkatkan Pertumbuhan, Fokus pada Core Competence!

Cara Meningkatkan Pertumbuhan, Fokus pada Core Competence
Growth : fokus pada core competence adalah salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan.


Update terbaru artikel-artikel menarik, renyah, dan inspiring tentang manajemen keuangan, akuntansi, karir bidang keuangan, dan personal finance pindah ke  www.manajemenkeuangan.net

Penulis pernah bekerja di sebuah perusahaan yang pernah mendapat “berkah” atau “rejeki nomplok”. Omset dan laba perusahaan meningkat pesat. Dan pencapaian itu adalah pertama kali sejak perusahaan itu didirikan.

Dengan omset dan laba besar itu, perusahaan menambah aset kendaraan dan melakukan investasi ke beberapa bidang yang bukan core competence-nya.

Namun cerita di belahan dunia lain berbeda. Kondisi perekonomian global berubah. Terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Permintaan batubara menurun. Harga minyak dunia turun.
Beberapa perusahaan yang bergerak di industri tambang pun berguguran. Rentetan kejadian itu secara langsung maupun tidak langsung menyeret perusahaan yang ada kaitanya dengan industri pertambangan.

Mereka yang bermodal cekak berjatuhan. Demikian juga di perusahaan tempat saya bekerja, pun mengalami kondisi sulit. Hal itu sebagai akibat dari kesulitan keuangan yang dialami Bumi Resources yang merupakan partner bisnis utamanya.

Harga saham BUMI pernah menyentuh angka Rp. 103. Padahal di tahun 2009 – 2010, saham-saham Grup Bakrie begitu mendominasi volume perdagangan saham di BEI. Tahun 2009  BUMI merupakan salah satu saham paling populer ketika itu, dimana data registrasi di bulan tertentu di tahun 2009 menunjukkan bahwa BUMI dipegang oleh lebih dari 50,000 investor, baik individu maupun institusi, baik asing maupun lokal. Mengingat jumlah investor saham ketika itu tidak sampai 300,000 orang di seluruh Indonesia, maka kita bisa mengatakan bahwa, dari setiap 5 atau 6 pemain saham di bursa, minimal ada satu orang yang pegang BUMI.

Namun sejak harga batubara mulai turun pada tahun 2012 lalu, BUMI sudah kesulitan dalam membayar cicilan utangnya, hingga pada Juli 2013 lalu BUMI terpaksa melepas sebagian sahamnya di PT Kaltim Prima Coal (KPC), untuk membayar sebagian utangnya ke China Investment Corporation (CIC). Namun setelah dua tahun harga batubara ternyata masih saja turun, dan per 31 Agustus 2015, hutang BUMI mencapai hampir US$ 4 milyar.

Demikianlah, kesulitan keuangan di BUMI pada akhirnya juga merembet ke partner-partnernya, salah satunya adalah perusahaan tempat penulis bekerja.

Apa pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa itu ?

Saat kondisi sedang baik, omset besar, keuntungan besar, sumber pemasukan lancar tugas kita adalah mempersiapkan diri bila kondisinya berubah paceklik. Sebagaimana Nabi Yusuf mempersiapkan persediaan logistik untuk menghadapi masa paceklik, demikian juga saat Nucor bertahan menghadapi masa sulit tanpa pendapatan. 

Belajar dari perusahaan unggul  kelas dunia seperti Google dengan salah satu produk andalannya +Google+, mereka selalu fokus pada core competence-nya. Mereka menginvestasikan lebih besar labanya untuk bidang yang sama.
Banyak pemilik/pengelola usaha terlena dengan memperlakukan perusahaan sebagai cash cow. Laba banyak diambil sebagai deviden atau diinvestasikan di luar bidang kompetensi yang telah menjadi sumber laba.

Padahal untuk menjadi perusahaan unggul kelas dunia, laba sebuah perusahaan harus ditanamkan kembali ke perusahaan tersebut sebagai belanja modal. Bahkan untuk tumbuh lebih kencang, selain laba juga dari pinjaman.

Seorang ahli manajemen mengatakan bahwa mengelola perusahaan ibarat menanam pohon, begitu tumbuh, daunnya bisa dipetik dan menghasilkan uang. Tapi jika setiap daun tumbuh selalu dipetik, jangan berharap bisa menikmati buahnya. Petiklah daun sesedikit mungkin. Bahkan kalau bisa jangan diambil dulu. Biarkan dia tumbuh dan berbuah.


Bagaimana? 

Minggu, 14 Februari 2016

Cara Memecahkan Kebuntuan

Cara-Memecahkan-Kebuntuan
Bottleneck


Update terbaru artikel-artikel menarik, renyah, dan inspiring tentang manajemen keuangan, akuntansi, karir bidang keuangan, dan personal finance pindah ke  www.manajemenkeuangan.net



Banjir lagi, banjir lagi...

Kalimat itu meluncur dari lisan orang di kota Sidoarjo yang seminggu wilayahnya terendam banjir.

Banyak orang yang tidak siap menghadapi berbagai situasi yang cepat berubah. Musim hujan banjir, orang mengeluh susah.  Padahal pada waktu belum banjir dia lupa mempersiapkan diri menghadapi masa-masa banjir.

Kita tidak ingin seperti pepatah “ sebelum rasa sakit seseorang melebihi rasa takutnya, maka manusia belum mau berubah “, sehingga sebelum banjir itu bertambah parah, kita harus melakukan tindakan pencegahan.

Coba kita lihat bagaimana perusahaan kokoh berikut ini mampu bertahan dari suasana yang mematikan.

Nucor, sebuah Nuclear Corpotation yang menghadapi situasi paceklik, tanpa pendapatan setelah perang Korea berakhir tahun 1955.  Dengan ekuitasnya, Nucor bertahan sambil mencari bisnis baru sesuai core competence-nya. Tahun 1962 Nucor menemukan bisnis baru dengan mengakuisisi pabrik baja kecil. Kini Nucor menjadi salah satu perusahaan baja terbesar di Amerika Serikat.

Pepatah mengatakan pada setiap dinding selalu ada pintunya. Tugas manusia adalah mencari pintu keluar. Pintu keluar dari banjir rutin tahunan, pintu keluar dari kesulitan keuangan, pintu keluar dari situasi paceklik, dan pintu keluar dari persoalan-persoalan lainnya.

Alam selalu berubah. Alam yang tadinya bersahabat, tiba-tiba menjadi tidak bersahabat. Tadinya bisnis itu sudah enak, tiba-tiba cara itu sudah diambil orang lain, atau tiba-tiba banyak kesulitan. 

Tugas manusia adalah berpikir kreatif mencari jalan keluar. mencari cara kreatif untuk memecahkan kebuntuan, kebuntuan yang menyebabkan suatu wilayah banjir atau pertumbuhan perusahaan macet.

Pertumbuhan perusahaan diukur dengan 4 aspek yaitu omset, aset, laba, dan nilai perusahaan ( market cap ). Bila keempat aspek itu mengalami kebuntuan bahkan penurunan, cari dan temukan kebuntuan itu dan kemudian memperlebarnya.

Setelah diperlebar, segera temukan kebuntuan baru dan segeralah diperlebar lagi, demikian seterusnya. Lalu bagaimana dengan banjir, temukan kebuntuan, perlebar dan seterusnya.


Bagaimana?