Selasa, 29 Agustus 2017

Berapa Lama Waktu yang Anda Butuhkan untuk Melayani Pembeli?

Berapa Lama Waktu yang Anda butuhkan untuk melayani Pembeli

McD merancang dan mendesain box delivery dengan bahan pilihan yang tahan air, tahan panas, tahan dingin. mudah dibersihkan, mudah dibawa, dan mudah diperbaiki.

Selain itu juga disesain untuk mengirimkan produk maksimal 30 menit, dalam segala cuaca. Bisa menjaga produk yang panas tetap panas  seperti ayam, burger atau kentang , produk dingin macam mcflurry tetap dingin sampai 30 menit.

Itu adalah salah satu contoh waktu pelayanan atau service time yang diberian McD.

Contoh lain, misalnya anda memesan nasi goreng di sebuah depot. Amati dan perhatikan LAMA WAKTU yang dibutuhkan dari sejak pesan nasi goreng ke pelayan, sampai nasi goreng tersaji di meja anda dan siap disantap.

Setiap depot atau restoran pasti berbeda. Ada yang cepat, ada yang sedang, dan ada yang lama.

Mana yang terbaik?

Tergantung pada menu yang dijual. Service time, sangat tergantung pada tipe restoran, apakah restoran cepat saji atau restoran "fine dining" resto yang untuk santai.

Kalau sebuah restoran, depot atau rumah makan sudah mendeklarasian dirinya sebagai cepat saji, maka mestinya secepat cepatnya, seperti McD.

Sebaliknya jika sejak awal sudah membawa brand restoran yang "fine dining", service time nya juga sewajarnya saja, karena bila waktu menunggunya lama maka pembeli juga bisa marah dan akhirnya pindah ke restoran lain.



Bagaimana cara mengelola service time yang baik?

waktu-pelayanan-restoran

Walaupun tidak ada ketentuan yang pasti mengenai batasan waktu service time, tapi selalu ada batas kewajaran. Bila anda menunggu 15 menit sudah membosankan, kemungkinan besar orang lain juga akan seperti itu, itu salah satu contohnya.

Mengelola dan mengendalikan waktu pelayanan sangat penting dan secara otomatis akan berkaitan dengan pengendalian inventori.

Untuk pemilihan jumlah menu yang banyak atau sedikit, sebenarnya tergantung pada strategi perusahaan. Hal ini sangat berkaitan dengan manajemen rantai di perusahaan tersebut.

Banyaknya menu belum tentu harus menyediakan bahan baku yang banyak. Dan di sinilah dituntut kemampuan yang cerdas mengelola persediaan.

Artinya dengan mengelola persediaan yang baik, mau banyak menu atau tidak, perusahaan bisa meminimalkan penimbunan bahan baku, yang artinya dana mengendap pun berkurang.

Bila pengelolaan bahan baku kurang tepat, anda bisa terjebak dalam waktu dan dana habis.

Bila persediaan bahan baku yang berlebihan bisa berarti modal kerja mengendap di bahan baku,selain itu diperlukan ruang penyimpanan yang cukup. Sebaliknya kekurangan persediaan bahan baku akan sangat mengganggu pejualan.

Jadi manajemen persediaan menjadi penting apalagi bila perusahaan semakin berkembang dengan banyak cabang, maka akan semakin kelihatan peran pengelolaan persediaan tidak hanya mengenai kelangsungan penjualan , namun juga peran mengatur cash flow perusahaan.

So sebelum pelanggan anda kabur karena service time yang lama sehingga omset penjualan meluncur semakin dalam, maka perhatikan manajeman persediaan gudang anda.

Agar pengelolaan dapat maksimal baca artikel tentang 5 SOP Manajemen Gudang.

Terima kasih

***  

Minggu, 08 Januari 2017

Kursus Akuntansi Terpercaya

kursus akuntansi bagus

Menerima jasa Kursus AKUNTANSI

Jasa KURSUS AKUNTANSI ditujukan bagi remaja/dewasa/umum usia 17-60 tahun.

Jasa yang ditawarkan meliputi :

Ø  Kursus Akuntansi
Ø  Kursus Akuntansi Komputer
Ø  Kursus Administrasi Perkantoran dan Bisnis

Kantor di Jl. Kemiri 46 Sidoarjo, Jawa Timur Indonesia

Kami dapat juga mendatangi rumah anda.

Perhitungan biaya berdasarkan:

Paket Kursus

Cara pendaftaran dengan datang ke kantor atau transfer bank

Bagi yang tertarik bekerja sama bisa menghubungi kami :


Wadiyo
Tel/SMS/WA : 0896 0725 6713
Email : wadiyo@manajemenkeuangan.net
Website : http://manajemenkeuangan.net/

Kamis, 05 Mei 2016

Artikel menarik, renyah dan mencerahkan tentang akuntansi dan keuangan

blog manajemenkeuangan.net


Terima kasih untuk pembaca setia di blog ini,
untuk memberikan layanan yang lebih luas, berkualitas dan jos markojos,
kami membuka rumah baru yang di-isi dengan konten menarik tentang :
1. Manajemen keuangan
2. Akuntansi
3. Download gratis ebook bagus tentang soft skill, form dan template keuangan yang langsung bisa digunakan sesuai kebutuhan Anda.
4. Informasi tentang pembelajaran komputer akuntansi dan seluk beluk software/aplikasi akuntansi.

Ada artikel terbaru tentang cara menghitung zakat properti dan cara menghitung zakat profesi,
ikuti cara-cara sederhananya, gampang dipelajari dan dipraktekkan.
Buruan menjelang Ramadhan, agar bisa membersihkan harta-hartamu dan tenang menjalankan ibadah Ramadhan,

Bila ingin mengintip laporan keuanga sebuah klub sepak bola serta dibandingkan dengan klub persebaya dengan bonekmanianya ada di artikel laporan keuangan klub sepak bola

Atau bila ingin memiliki motor sport ala BMW K1300S, ada juga caranya di artikel inilah cara memiliki motor sport.

Pokoknya gak ada ruginya mengikuti artikel-artikel cantik di blog manajemen keuangan :)




Maka terlalu sayang bila dilewatkan begitu saja....

Minggu, 13 Maret 2016

Hibernate atau Mati !

hibernate-atau-mati
Batu Akik




Update terbaru artikel-artikel menarik, renyah, dan inspiring tentang manajemen keuangan, akuntansi, karir bidang keuangan, dan personal finance pindah ke  www.manajemenkeuangan.net


Sabtu dan minggu di awal Maret, saya mendengarkan cerita tentang akik dari tukang yang sedang memperbaiki rumah, dia bercerita bahwa batu akik di Indonesia adalah yang terbaik di dunia :)

Bumbu cerita mistik pun meluncur deras dari lisannya. Salah satunya adalah batu akik yang dilemparkan ke sungai, air sungai berubah warna menjadi merah! Masih menurutnya, ada batu akik yang di dalamnya ada taman hijau yang rumputnya hidup!

Terlepas benar atau tidaknya cerita itu, fakta menunjukan bahwa aura batu akik kini telah hilang, tidur sementara, atau selamanya hanya Tuhan yang tahu. Harga batu akik turun drastis bahkan cenderung tidak laku.

Bercerita ‘kemonceran’ batu akik beberapa waktu lalu, bahkan pernah menjadi selebriti di Google sangat menarik  mencermati dua artikel dari Cak Iman Supriyono dan Kang Yodhia Antariksa yang membahas tentang batu akik yang pernah ‘moncer’ beberapa waktu yang lalu, pendapat keduanya hampir mirip bahwa bisnis batu akik adalah bisnis yang belum mapan.

Cak Iman Supriyono  menyebutkan bahwa karakter bisnis adalah non branded dengan pasar belum mapan. Harga dan tata niaga sangat bervariasi. Mirip saham berkapitalisasi pasar rendah. Masih menurutnya, harga mudah dipermainkan dan resiko tinggi.

Padahal untuk membangun merk yang baik adalah tentang komunikasi dari hati ke hati, tentang berbagi spirit, nilai-nilai luhur, otentisitas, keyakinan dan rasa saling percaya dengan pelanggan.

Lalu bagaimana menurut Kang Yodhia Antariksa yang seorang konsultan manajemen, kehebohan batu akik ketika itu menurutnya sebagai fenomena “kegoblokan kolektif”!     

Para ahli ilmu financial psychology atau financial behavior menyebut fenomena financial mania itu dengan istilah “irrational exuberance”.

Irrational exuberance adalah saat ribuan atau bahkan jutaan orang berbondong-bondong membeli sesuatu karena dorongan emosi kolektif. Yang acap tidak rasional. Emosi dan eforia masal membuat kita semua mudah terjebak dalam “irrational exuberance”. Ramai-ramai menjadi goblok. Kegoblokan kolektif.

Pelan-pelan, eforia masal itu biasanya menjadi bubble yang kemudian pecah. Gelombang kegilaan kolektif itu mendadak meletus, dan seketika semua harga berjatuhan.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah fenomena batu akik itu hanya redup sementara atau layu dan mati untuk selama-lamanya....

Kita tunggu saja perkembangannya.

***

Rabu, 02 Maret 2016

Cara Meningkatkan Pertumbuhan, Fokus pada Core Competence!

Cara Meningkatkan Pertumbuhan, Fokus pada Core Competence
Growth : fokus pada core competence adalah salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan.


Update terbaru artikel-artikel menarik, renyah, dan inspiring tentang manajemen keuangan, akuntansi, karir bidang keuangan, dan personal finance pindah ke  www.manajemenkeuangan.net

Penulis pernah bekerja di sebuah perusahaan yang pernah mendapat “berkah” atau “rejeki nomplok”. Omset dan laba perusahaan meningkat pesat. Dan pencapaian itu adalah pertama kali sejak perusahaan itu didirikan.

Dengan omset dan laba besar itu, perusahaan menambah aset kendaraan dan melakukan investasi ke beberapa bidang yang bukan core competence-nya.

Namun cerita di belahan dunia lain berbeda. Kondisi perekonomian global berubah. Terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Permintaan batubara menurun. Harga minyak dunia turun.
Beberapa perusahaan yang bergerak di industri tambang pun berguguran. Rentetan kejadian itu secara langsung maupun tidak langsung menyeret perusahaan yang ada kaitanya dengan industri pertambangan.

Mereka yang bermodal cekak berjatuhan. Demikian juga di perusahaan tempat saya bekerja, pun mengalami kondisi sulit. Hal itu sebagai akibat dari kesulitan keuangan yang dialami Bumi Resources yang merupakan partner bisnis utamanya.

Harga saham BUMI pernah menyentuh angka Rp. 103. Padahal di tahun 2009 – 2010, saham-saham Grup Bakrie begitu mendominasi volume perdagangan saham di BEI. Tahun 2009  BUMI merupakan salah satu saham paling populer ketika itu, dimana data registrasi di bulan tertentu di tahun 2009 menunjukkan bahwa BUMI dipegang oleh lebih dari 50,000 investor, baik individu maupun institusi, baik asing maupun lokal. Mengingat jumlah investor saham ketika itu tidak sampai 300,000 orang di seluruh Indonesia, maka kita bisa mengatakan bahwa, dari setiap 5 atau 6 pemain saham di bursa, minimal ada satu orang yang pegang BUMI.

Namun sejak harga batubara mulai turun pada tahun 2012 lalu, BUMI sudah kesulitan dalam membayar cicilan utangnya, hingga pada Juli 2013 lalu BUMI terpaksa melepas sebagian sahamnya di PT Kaltim Prima Coal (KPC), untuk membayar sebagian utangnya ke China Investment Corporation (CIC). Namun setelah dua tahun harga batubara ternyata masih saja turun, dan per 31 Agustus 2015, hutang BUMI mencapai hampir US$ 4 milyar.

Demikianlah, kesulitan keuangan di BUMI pada akhirnya juga merembet ke partner-partnernya, salah satunya adalah perusahaan tempat penulis bekerja.

Apa pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa itu ?

Saat kondisi sedang baik, omset besar, keuntungan besar, sumber pemasukan lancar tugas kita adalah mempersiapkan diri bila kondisinya berubah paceklik. Sebagaimana Nabi Yusuf mempersiapkan persediaan logistik untuk menghadapi masa paceklik, demikian juga saat Nucor bertahan menghadapi masa sulit tanpa pendapatan. 

Belajar dari perusahaan unggul  kelas dunia seperti Google dengan salah satu produk andalannya +Google+, mereka selalu fokus pada core competence-nya. Mereka menginvestasikan lebih besar labanya untuk bidang yang sama.
Banyak pemilik/pengelola usaha terlena dengan memperlakukan perusahaan sebagai cash cow. Laba banyak diambil sebagai deviden atau diinvestasikan di luar bidang kompetensi yang telah menjadi sumber laba.

Padahal untuk menjadi perusahaan unggul kelas dunia, laba sebuah perusahaan harus ditanamkan kembali ke perusahaan tersebut sebagai belanja modal. Bahkan untuk tumbuh lebih kencang, selain laba juga dari pinjaman.

Seorang ahli manajemen mengatakan bahwa mengelola perusahaan ibarat menanam pohon, begitu tumbuh, daunnya bisa dipetik dan menghasilkan uang. Tapi jika setiap daun tumbuh selalu dipetik, jangan berharap bisa menikmati buahnya. Petiklah daun sesedikit mungkin. Bahkan kalau bisa jangan diambil dulu. Biarkan dia tumbuh dan berbuah.


Bagaimana?