Rabu, 24 Juni 2015

Tips Agar Perjalanan ke tempat kerja Lancar : Rute Alternatif


Tips Agar Perjalanan ke tempat kerja Lancar : Rute Alternatif



Sudah satu bulan ini transportasi ke  kantor tidak melewati rute biasa yang dilewati sehari-hari. Kondisi ini akan terus berlangsung untuk beberapa bulan kedepan. Penyebabnya adalah ada perbaikan terhadap tiga jembatan di sepanjang jalan utama.

Rute itu, selama ini dijadikan terobosan, jalan pintas, atau rute alternatif bagi beberapa kendaraan kecil. Sempit, berkelok, dan tidak mulus aspalnya. Tapi rute tersebut  akan sangat terasa manfaatnya tatkala rute umum bermasalah, seperti macet.

Lalu apa kaitannya dengan jalan tikus?
Jalan tikus ya sebuah jalan yang biasa di lewati tikus, iya kan? J Yaitu sebuah jalan kecil, berkelok, dan bisa sebagai jalan pintas.

Lalu apa hubungannya dengan bisnis?

Ketika suatu usaha, metode, atau cara tidak bisa menyelesaikan persoalan maka cari jalan lain! Kebuntuan itu jangan dibiarkan menghentikan perjalanan sebuah bisnis.

Aliran air yang dibendung akan mencari jalan lain untuk terus mengalir, bahkan banyak peribahasa yang menggambarkan keadaan itu, contohnya;  " banyak jalan menuju Jakarta " J bisa lewat darat, udara, atau laut.

Dan bila ingin kreatif di saat perjalanan Anda, tak salahnya untuk membaca artikel ini : agar perjalanan Anda bisa meningkatkan kreatifitas

Jadi, kalau usaha yang sedang kita kelola menemui suatu masalah, tidak usah galau, stres, atau ingin bunuh diri tapi hadapi saja kata Bang Iwan Fals. Hadapi dengan cool, calm dan terus mencari cara-cara yang tepat untuk keluar  dari persoalan dengan kepala tegak dan tersenyum.



***

Rabu, 10 Juni 2015

Pospek dan Peluang Bisnis Kursus Komputer

Pospek dan Peluang  Bisnis Kursus Komputer
MCC Sidoarjo


Seorang teman sedang merintis lembaga kursus komputer dengan bidang keahlian administrasi perkantoran, akuntansi komputer, dan secara bertahap merambah keahlian lain, yaitu pemrograman, desain grafis serta multimedia.   

Lazimnya sebuah bisnis yang baru didirikan, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dan fokus layaknya merawat bayi. Siswa atau peserta kursus masih sedikit, sedangkan biaya operasional dan marketing terus jalan. Sebulan, dua bulan, dan tiga bulan….. belum ada tanda-tanda bisnis itu akan tumbuh pesat, sampai pada titik tertentu kadang timbul pemikiran “ apakah akan dilanjutkan atau cukup sampai di sini saja! “.

Beberapa langkah dan terobosan ‘seakan-akan’ sudah dijalankan, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Om Google sudah jadi teman karib sehari-hari. Sebagai teman untuk mencari informasi bahkan kadang, karena ‘seolah-olah’ otak sudah buntu, dia pun siap menampung keluh kesahnya J

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah “ masih prospektifkah membuka kursus komputer?” Bila usaha itu tidak prospektif, kenapa banyak lembaga sejenis yang bisa berjaya, seperti Komputer-Teknologi dan namanya cetar membahana?  Lalu kesimpulannya adalah “ pasti ada sesuatu “ yang menyebabkan usaha itu belum berkembang.

Saya menulis “ ada sesuatu “ karena sesuatu itu bisa kesalahan atau memang “belum waktu-nya”, kata pemudah lebay “bukankah semua akan indah pada waktunya” J. Saya percaya, selalu ada sisi teknis dan sisi lain yang di luar kekuasaan kita. Bila faktor teknis sudah diterapkan dengan benar, tapi hasilnya belum sesuai yang diharapkan, maka tidak usah galau, cool aja man. Harapan itu masih ada!

Pada saat saya mengikuti training project management, apabila sebuah proyek sudah di-implementasikan sesuai dengan juklak-nya sedangkan result-nya belum sesuai dengan yang diharapkan, maka kita review kembali langkah-langkah yang sudah dijalankan, barangkali ada yang terlewatkan!

Logikanya adalah bila kita melakukan langkah 1,2,3 maka hasilnya anggap saja A, lalu kenapa langkah1,2,3 sudah dilakukan, hasilnya belum 100% A? Kemungkinan pertama, langkah 1,2,3 belum dijalankan 100%. Kedua, ada faktor tertentu yang di luar kekuasaan kita.

Demikian juga apa yang terjadi dengan teman saya itu. Kemungkinan pertama, dia belum melakukan upaya sebesar 100% untuk mengembangkan usaha kursusnya. Menurut ‘perasaannya’ teman saya itu sudah melakukan upaya 100%, padahal kenyataannya belum!

Atau barangkali diperlukan kreatifitas, seperti dalam artikel berikut : Cara Membangun Kreativitas atau di sini : Be Kreatif!

Untuk mengukurnya, bandingkan dengan orang lain,  apa yang sudah dilakukan.

***   

Kamis, 04 Juni 2015

Nyaris!..... ternyata harus mencoba lagi

Nyaris!..... ternyata harus mencoba lagi
Nyaris!



Bulan Mei 2015, saya dikenalkan dengan seorang customer dari teman saya yang mempunyai usaha di bidang IT. Tujuan utamanya adalah untuk membantu pekerjaannya. Modul finance&accounting yang merupakan bagian dari aplikasi yang sedang dikerjakan memerlukan seseorang yang mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang bidang itu. Sedangkankan pelanggannya tidak memiliki orang yang mengerti finance&accounting.

Singkat cerita, akhirnya kami bertemu di kantor pelanggan teman saya itu. Perbincangan berlangsung dengan baik.Awal perbincangan, saya banyak mendengarkan cerita tentang berbagai hal perusahaanya. Tentang awal mula usahanya dan berbagai permasalahan yang menyertainya.

Ceritapun berlanjut ke rumah pribadinya. Dua hari setelah pertemuan, saya diminta untuk mengirimkan surat penawaran. Surat penawaran pun segera saya kirimkan. Di hari yang sama, beliau-nya menelpon,

" Apakah harga sebesar itu tidak kemahalan?" terdengar dari seberang sana.

Salah satu pertimbangan saya dalam menetapkan harga adalah dari harga konsultan sebelumnya. Saya menetapkan harga 80% dari harga konsultan sebelumnya. Negosiasi harga pun terus berlanjut. Saya mencoba untuk fleksibel menampung keinginannya. Beliau meminta waktu untuk berpikir lagi.

Setelah berjalan beberapa hari tanpa ada kabar berita dari beliau, saya mengirim email untuk menanyakan  apakah sudah ada keputusan akhir atau belum. Hari demi hari berlalu tanpa ada balasan dari email yang telah saya kirim. Akhirnya saya menyimpulkan bahwa beliau tidak jadi untuk melakukan kerjasama dengan saya.

Itulah salah satu cerita kecil tentang proses untuk mendapatkan calon pelanggan.  

Pelajaran dari cerita ini adalah :

1. Banyak jalan untuk mendapatkan calon pelanggan, salah satunya adalah melalui jaringan pertemanan.
2. Kemampuan berkomunikasi sangat diperlukan untuk mendapatkan pelanggan.
3. Kesabaran, tidak cepat putus asa dan kekuatan bangkit kembali juga diperlukan oleh seorang pebisnis.

Proses yang melelahkan, seolah-olah akan terjadi kesepakatan yang menguntungkan, dan hasil akhirnya ternyata tidak sesuai dengan harapan kita sangat menguras energi serta emosi kita. Oleh karena itu diperlukan kesabaran dan daya resiliensi.    

Dan barangkali diperlukan daya kreatifitas yang tinggi seperti artikel berikut ini : kreatif lah! atau di artikel ini : Cara Membangun Kreatifitas

Bila ada cerita-cerita lain, silahkan dibagi, barangkali bermanfaat bagi orang lain.

Terima kasih.  



***