Selasa, 18 November 2014

Karena hidup menarik!

Karena hidup menarik


Senin pagi saya bertemu dengan salah seorang pengusaha di kantornya.  Sebagaimana ciri sebuah kantor, di sana terdapat meja kerja dengan perangkat komputer, di ujung ruangan ada sebuah monitor CCTV. Tujuan pertemuan itu adalah untuk menjajaki sebuah kerjasama yang saling menguntungkan menyangkut pengembangan usaha.

Salah satu hal yang saya usulkan adalah meng-optimalkan fungsi socila media untuk meningkatkan brand, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan perusahaan. Prospeknya sangat menjanjikan. Saat ini semua orang menggunakan perangkat digital. Mereka akan mencari hampir segala informasi melalui internet.

Memang diperlukan waktu dan proses untuk mencapai pendapatan yang diinginkan. Tidak ada yang instan, karena yang disebut sebagai instan, misalnya mie instan pun diperlukan proses hingga mie itu siap untuk dinikmati. Iya kan?

Saya jelaskan juga bahwa upaya-upaya offline pun harus terus dijalankan. Kombinasi dari dua upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat tujuan yang ingin dicapai.

Diskusi itu berlangsung 45 menit, dan akhirnya saya pamit  untuk melanjutkan aktivitas lain. Si pengusaha meminta agar di lain waktu diadakan diskusi lagi!

***

Dari diskusi tersebut saya berpikir bahwa selalu ada ‘kemungkinan’. Kata seorang motivator “ bila masa depan itu tidak pasti, berarti ada kemungkinan untuk sukses dan tidak ” Dan kita tentu memilih untuk sukses!

Setiap kali saya bertemu dengan orang-orang baru sering memunculkan kemungkinan-kemungkinan baru untuk mengusahakan tercapainya harapan. Walau ada juga yang sebaliknya. Dinamika kehidupan seperti itulah yang saya rasa menarik, karena sesungguhnya hidup ini memang menarik, tentu bagi mereka yang memandang bahwa hidup ini memang menarik!

Atau bila ingin memperbaiki masa depan baca artikel berikut ini : Cara Memperbaiki 
atau barangkali ingin menikmati sisi yang berbeda dari kehidupan ini, dengan mencoba kuliner menarik, coba baca artikel ini : Resep Makanan Menarik

Bagaimana dengan Anda?

***

Kamis, 13 November 2014

Pasokan Produk Macet!

Pasokan Produk Macet





“ Pak, minta dikirim produk A sebanyak X pcs, produk B sebanyak Y pcs, dan produk C sebanyak Z pcs. Thanks “

Apa yang akan dilakukan bila permintaan produk dari customer tidak bisa dipenuhi karena pasokan produk dari supplier tersendat atau macet?

***

Kebanyakan penjual merasa senang dan mengharapkan banyak permintaan dari pelanggan. Tapi apa jadinya bila permintaan pelanggan tidak bisa dipenuhi? Bisa-bisa pelanggan tidak percaya lagi dan tidak akan membeli lagi, atau pelanggan akan mema’afkan kondisi itu dan tetap loyal.

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa tipe pelanggan; pertama, tipe militansi loyal, pelanggan ini akan tetap beli produk apapun yang terjadi. Kedua, tipe moderat, pelanggan seperti ini akan tetap membeli atau tidak, tergantung kepentingannya. Bila itu dinilai menguntungkan, maka pelanggan tipe ini akan membeli produk dan sebaliknya.

Berikut ada beberapa tanggapan pelanggan : Perhatikan pelanggan!customer experience.

Sebagai penjual sebaiknya mengetahui secara detail tipe dari pelanggan. Sehingga penjual bisa memutuskan solusi yang tepat untuk menyelesaikan  masalah pelanggan.

Lalu apa solusi permasalahan tentang pasokan yang tersendat atau macet?

Pertama, untuk tipe pelanggan yang pertama adalah hubungi mereka. Berikan informasi bahwa pasokan tersendat. Walaupun tidak dihubungi pun mereka akan tetap membeli produk, tapi hal itu penting dilakukan untuk menjalin kedekatan dan mereka merasa ‘diuwongke”.

Kedua, untuk tipe pelanggan yang kedua, hubungi mereka, komunikasikan dengan baik mengenai kondisi sebenarnya. Tetap tenang dan jangan terpancing emosi. Cara ini bisa berhasil bisa tidak, tergantung pada kepribadian dan skil penjual serta kecenderungan tipe pelanggan ini.

Selamat mencoba dan bila ada masukkan, monggo disampaikan.

Bila ingin memilih calon principal yang baik, artikel berikut bisa menjadi panduan : Tips dan Trik Memilih Principal/Supplier.

***      

Kamis, 06 November 2014

Lanjut, berhenti, atau lanjut lagi...

Lanjut, berhenti, atau lanjut lagi



Membaca status seorang kawan di sebuah sosial media, seperti ini statusnya “ Berhenti atau lanjut.... “

Komentar pun bertebaran :
“ hidup adalah perjuangan, lanjutkan... “
“ tetep semangat bro, jangan berhenti memperjuangkan idealisme “
“ akan ada kemudahan setelah kesulitan “
... dan sederet komen lain.

Suatu peristiwa akan dirasakan luar biasa oleh orang yang menjalani. Misalnya bencana alamkemiskinan, atau kematian, bagi orang yang mengalami kematian adalah peristiwa luar biasa yang akan menentukan masa depannya, walaupun bagi orang lain kematian adalah sesuatu yang biasa.

Ada cerita lain di mana seorang kawan hari-harinya ceria, gaul, enjoy, fun, dan sering memberi petuah ke kawan lain saat menghadapi permasalahan dalam satu penggalan hidupnya. Suatu ketika  kawan satu ini tidak seperti hari-hari sebelumnya. Diam, murung, pandangan kosong, sedih, badan dan pakaian tak terus.
Kawan lain bingung dengan kondisi ini dan bertanya-tanya “ apakah gerangan yang sedang terjadi dengan kawan kita itu? “

Usut punya usut, belakangan baru diketahui ternyata kawan satu ini ditinggal pacarnya. “ Oooalah gitu ta “ gumam kawan lainnya sambil senyum-senyum simpul.

Kesimpulannya adalah yang paling tahu kondisi seseorang adalah dirinya sendiri. Makanya sungguh hebat seseorang yang bisa mengetahui secara tepat kondisi orang lain, bukan dibuat-buat, apalagi hanya sekedar untuk menyenangkan orang lain.

Demikian  juga dengan status yang ditulis salah seorang sahabat di media sosila tadi, hanya dia sendirilah yang paling tahu kondisi sebenarnya.

Kalau sekilas melihat aktivitas seorang kawan tersebut adalah seorang pengusaha baru. Kurang lebih baru satu tahun menggeluti suatu bisnis, dan sampai sekarang usahanya jalan di tempat. Saya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab tidak berkembangnya bisnis itu.

Kondisi seperti itu mungkin saja menyebabkan kebimbangan, usaha itu akan terus dijalankan atau berhenti! Atau berhenti sejenak lalu dilanjutkan lagi! Sehingga statusnya bisa seperti ini “Lanjut, berhenti, atau lanjut lagi.. “

Dan daya resiliensi akan memegang peranan yang sangat vital agar seseorang bisa bertahan dan bangkit kembali dari keterpurukan.

***