My Product

My Product

Senin, 27 April 2015

Kesederhaan vs Jlimet

Kesederhaan vs Jlimet
kesederhaan-vs-jlimet


Pada saat mengisi training komputer untuk aplikasi administrasi dan  bisnis, ada salah seorang peserta yang bertanya “ Mengapa menggunakan rumus yang panjang Pak, kan bisa langsung di-entry manual?”.

Sejenak saya terdiam, bagaimana nih ? J

Memikirkan cara memberikan penjelasan yang sederhana. Kata pujangga, kesederhaan adalah puncak dari pengetahuan. Contohnya, search engine penampilan dan cara untuk menggunakannya sangat sederhana. Dan manfaatnya, tidak usah disangsikan lagi. Dan sesuatu yang sederhana itu kita mengetahui bahwa di ‘dalam’nya berisi algoritma-algoritma rumit yang tidak semua orang tahu.

Balik ke pertanyaan di atas, saya coba memancing logika penanya dengan memberikan pertanyaan “ latihan yang baru saja Anda kerjakan kan terdiri dari beberapa data saja, lalu bagaimana kalau data-nya banyak atau banyak sekali? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk meng-entry data tersebut?

Melalui pertanyaan yang sederhana itu, dengan mudah penanya memahami atau tepatnya menyadari akan pentingnya fungsi dari formula-formula yang ‘panjang-panjang’ itu. Walaupun bagi yang sudah terbiasa dengan penulisan program, itu belum ada apa-apanya.

Dari hal yang sederhana itu, intinya adalah bagaimana cara menyederhanakan sesuatu agar menjadi lebih baik.   


Bila Anda ingin mengasah kreativitas, baca artikel berikut : Be Creative! atau Cara Membangun Kreativitas.

***

Rabu, 22 April 2015

Sekali lagi “ komplain pelanggan”!

komplain pelanggan


Apapun bisnisnya, komplain dari  pelanggan selalu ada.  Dan membahas persoalan itu tak akan ada habisnya. Dari satu komplain ke komplain berikutnya akan memunculkan perbaikan. Itulah baiknya komplain.

Suatu ketika ada seorang pebisnis baru di bidang kuliner, setelah pesanan dikirim melalui perusahaan ekspedisi, dengan penuh harap kirimannya akan berjalan dengan sukses, sehingga pembayaranya pun akan sukses.

Tapi apa yang terjadi?….

Bukannya pujian yang datang, tapi komplain dari pembeli yang ‘nampaknya’ tidak puas dengan barang yang dipesan.

“ packing-nya rusak!” begitu kira-kira kalimat yang keluar dari lisan pembeli.

Sang pebisnis baru dengan berusaha tetap tenang menanggapi komplain itu dengan mengatakan

 “ bila Ibu tidak berkenan dengan barang yang dibeli, saya akan mengganti uang Ibu 100%”

Dari seberang sana terdengan kalimat yang lebih sopan

“ tidak usah diganti Pak, cuma lain kali packing-nya diperbaiki ya”

Ploooongggg, seakan-akan ada ikatan yang terlepas…. Begitu di rasakan pebisnis baru itu.

Pesan dari pembeli untuk memperbaiki packing product-nya adalah  sebuah ‘perbaikan’.

Jadi, tidak usah galau bila ada komplain dari pelanggan, hadapi saja dengan santai, tenang, lalu lakukan perbaikan!

***

Kamis, 16 April 2015

Customer Experience!

Customer Experience
Customer Experience


Satu lagi komen dari pembeli....

Ada yang mau mengikutiya? dijamin tidak mengecewakan :)

Bila Anda menginginkan salah satu produk kami silahkan hubungi kami.

Salam

Senin, 17 November 2014

Karena hidup menarik!

Karena hidup menarik


Senin pagi saya bertemu dengan salah seorang pengusaha di kantornya.  Sebagaimana ciri sebuah kantor, di sana terdapat meja kerja dengan perangkat komputer, di ujung ruangan ada sebuah monitor CCTV. Tujuan pertemuan itu adalah untuk menjajaki sebuah kerjasama yang saling menguntungkan menyangkut pengembangan usaha.

Salah satu hal yang saya usulkan adalah meng-optimalkan fungsi socila media untuk meningkatkan brand, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan perusahaan. Prospeknya sangat menjanjikan. Saat ini semua orang menggunakan perangkat digital. Mereka akan mencari hampir segala informasi melalui internet.

Memang diperlukan waktu dan proses untuk mencapai pendapatan yang diinginkan. Tidak ada yang instan, karena yang disebut sebagai instan, misalnya mie instan pun diperlukan proses hingga mie itu siap untuk dinikmati. Iya kan?

Saya jelaskan juga bahwa upaya-upaya offline pun harus terus dijalankan. Kombinasi dari dua upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat tujuan yang ingin dicapai.

Diskusi itu berlangsung 45 menit, dan akhirnya saya pamit  untuk melanjutkan aktivitas lain. Si pengusaha meminta agar di lain waktu diadakan diskusi lagi!

***

Dari diskusi tersebut saya berpikir bahwa selalu ada ‘kemungkinan’. Kata seorang motivator “ bila masa depan itu tidak pasti, berarti ada kemungkinan untuk sukses dan tidak ” Dan kita tentu memilih untuk sukses!

Setiap kali saya bertemu dengan orang-orang baru sering memunculkan kemungkinan-kemungkinan baru untuk mengusahakan tercapainya harapan. Walau ada juga yang sebaliknya. Dinamika kehidupan seperti itulah yang saya rasa menarik, karena sesungguhnya hidup ini memang menarik, tentu bagi mereka yang memandang bahwa hidup ini memang menarik!

Atau bila ingin memperbaiki masa depan baca artikel berikut ini : Cara Memperbaiki 
atau barangkali ingin menikmati sisi yang berbeda dari kehidupan ini, dengan mencoba kuliner menarik, coba baca artikel ini : Resep Makanan Menarik

Bagaimana dengan Anda?

***

Rabu, 12 November 2014

Pasokan Produk Macet!

Pasokan Produk Macet





“ Pak, minta dikirim produk A sebanyak X pcs, produk B sebanyak Y pcs, dan produk C sebanyak Z pcs. Thanks “

Apa yang akan dilakukan bila permintaan produk dari customer tidak bisa dipenuhi karena pasokan produk dari supplier tersendat atau macet?

***

Kebanyakan penjual merasa senang dan mengharapkan banyak permintaan dari pelanggan. Tapi apa jadinya bila permintaan pelanggan tidak bisa dipenuhi? Bisa-bisa pelanggan tidak percaya lagi dan tidak akan membeli lagi, atau pelanggan akan mema’afkan kondisi itu dan tetap loyal.

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa tipe pelanggan; pertama, tipe militansi loyal, pelanggan ini akan tetap beli produk apapun yang terjadi. Kedua, tipe moderat, pelanggan seperti ini akan tetap membeli atau tidak, tergantung kepentingannya. Bila itu dinilai menguntungkan, maka pelanggan tipe ini akan membeli produk dan sebaliknya.

Berikut ada beberapa tanggapan pelanggan : Perhatikan pelanggan!customer experience.

Sebagai penjual sebaiknya mengetahui secara detail tipe dari pelanggan. Sehingga penjual bisa memutuskan solusi yang tepat untuk menyelesaikan  masalah pelanggan.

Lalu apa solusi permasalahan tentang pasokan yang tersendat atau macet?

Pertama, untuk tipe pelanggan yang pertama adalah hubungi mereka. Berikan informasi bahwa pasokan tersendat. Walaupun tidak dihubungi pun mereka akan tetap membeli produk, tapi hal itu penting dilakukan untuk menjalin kedekatan dan mereka merasa ‘diuwongke”.

Kedua, untuk tipe pelanggan yang kedua, hubungi mereka, komunikasikan dengan baik mengenai kondisi sebenarnya. Tetap tenang dan jangan terpancing emosi. Cara ini bisa berhasil bisa tidak, tergantung pada kepribadian dan skil penjual serta kecenderungan tipe pelanggan ini.

Selamat mencoba dan bila ada masukkan, monggo disampaikan.

Bila ingin memilih calon principal yang baik, artikel berikut bisa menjadi panduan : Tips dan Trik Memilih Principal/Supplier.

***      

Rabu, 05 November 2014

Lanjut, berhenti, atau lanjut lagi...

Lanjut, berhenti, atau lanjut lagi



Membaca status seorang kawan di sebuah sosial media, seperti ini statusnya “ Berhenti atau lanjut.... “

Komentar pun bertebaran :
“ hidup adalah perjuangan, lanjutkan... “
“ tetep semangat bro, jangan berhenti memperjuangkan idealisme “
“ akan ada kemudahan setelah kesulitan “
... dan sederet komen lain.

Suatu peristiwa akan dirasakan luar biasa oleh orang yang menjalani. Misalnya bencana alamkemiskinan, atau kematian, bagi orang yang mengalami kematian adalah peristiwa luar biasa yang akan menentukan masa depannya, walaupun bagi orang lain kematian adalah sesuatu yang biasa.

Ada cerita lain di mana seorang kawan hari-harinya ceria, gaul, enjoy, fun, dan sering memberi petuah ke kawan lain saat menghadapi permasalahan dalam satu penggalan hidupnya. Suatu ketika  kawan satu ini tidak seperti hari-hari sebelumnya. Diam, murung, pandangan kosong, sedih, badan dan pakaian tak terus.
Kawan lain bingung dengan kondisi ini dan bertanya-tanya “ apakah gerangan yang sedang terjadi dengan kawan kita itu? “

Usut punya usut, belakangan baru diketahui ternyata kawan satu ini ditinggal pacarnya. “ Oooalah gitu ta “ gumam kawan lainnya sambil senyum-senyum simpul.

Kesimpulannya adalah yang paling tahu kondisi seseorang adalah dirinya sendiri. Makanya sungguh hebat seseorang yang bisa mengetahui secara tepat kondisi orang lain, bukan dibuat-buat, apalagi hanya sekedar untuk menyenangkan orang lain.

Demikian  juga dengan status yang ditulis salah seorang sahabat di media sosila tadi, hanya dia sendirilah yang paling tahu kondisi sebenarnya.

Kalau sekilas melihat aktivitas seorang kawan tersebut adalah seorang pengusaha baru. Kurang lebih baru satu tahun menggeluti suatu bisnis, dan sampai sekarang usahanya jalan di tempat. Saya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab tidak berkembangnya bisnis itu.

Kondisi seperti itu mungkin saja menyebabkan kebimbangan, usaha itu akan terus dijalankan atau berhenti! Atau berhenti sejenak lalu dilanjutkan lagi! Sehingga statusnya bisa seperti ini “Lanjut, berhenti, atau lanjut lagi.. “

Dan daya resiliensi akan memegang peranan yang sangat vital agar seseorang bisa bertahan dan bangkit kembali dari keterpurukan.

***

Kamis, 30 Oktober 2014

ILC English Course

Update :

Untuk saat ini sudah dapat kontrakan untuk kantor baru di :
Jl Kemiri no 46 Sidoarjo, Jawa Timur

Terima kasih atas semua bantuannya.
ini penampakannya:
ILC English Course



Cari Rumah di Raya Bluru atau Raya Kemiri Sidoarjo
Untuk Lembaga Pendidikan.
Budget : 10 juta/tahun

Hubungi :
Wadiyo
Telp  : 081330429221
Email : wadiyo@gmail.com


***