Rabu, 10 Juni 2015

Pospek dan Peluang Bisnis Kursus Komputer

Pospek dan Peluang  Bisnis Kursus Komputer
MCC Sidoarjo


Seorang teman sedang merintis lembaga kursus komputer dengan bidang keahlian administrasi perkantoran, akuntansi komputer, dan secara bertahap merambah keahlian lain, yaitu pemrograman, desain grafis serta multimedia.   

Lazimnya sebuah bisnis yang baru didirikan, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dan fokus layaknya merawat bayi. Siswa atau peserta kursus masih sedikit, sedangkan biaya operasional dan marketing terus jalan. Sebulan, dua bulan, dan tiga bulan….. belum ada tanda-tanda bisnis itu akan tumbuh pesat, sampai pada titik tertentu kadang timbul pemikiran “ apakah akan dilanjutkan atau cukup sampai di sini saja! “.

Beberapa langkah dan terobosan ‘seakan-akan’ sudah dijalankan, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Om Google sudah jadi teman karib sehari-hari. Sebagai teman untuk mencari informasi bahkan kadang, karena ‘seolah-olah’ otak sudah buntu, dia pun siap menampung keluh kesahnya J

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah “ masih prospektifkah membuka kursus komputer?” Bila usaha itu tidak prospektif, kenapa banyak lembaga sejenis yang bisa berjaya, seperti Komputer-Teknologi dan namanya cetar membahana?  Lalu kesimpulannya adalah “ pasti ada sesuatu “ yang menyebabkan usaha itu belum berkembang.

Saya menulis “ ada sesuatu “ karena sesuatu itu bisa kesalahan atau memang “belum waktu-nya”, kata pemudah lebay “bukankah semua akan indah pada waktunya” J. Saya percaya, selalu ada sisi teknis dan sisi lain yang di luar kekuasaan kita. Bila faktor teknis sudah diterapkan dengan benar, tapi hasilnya belum sesuai yang diharapkan, maka tidak usah galau, cool aja man. Harapan itu masih ada!

Pada saat saya mengikuti training project management, apabila sebuah proyek sudah di-implementasikan sesuai dengan juklak-nya sedangkan result-nya belum sesuai dengan yang diharapkan, maka kita review kembali langkah-langkah yang sudah dijalankan, barangkali ada yang terlewatkan!

Logikanya adalah bila kita melakukan langkah 1,2,3 maka hasilnya anggap saja A, lalu kenapa langkah1,2,3 sudah dilakukan, hasilnya belum 100% A? Kemungkinan pertama, langkah 1,2,3 belum dijalankan 100%. Kedua, ada faktor tertentu yang di luar kekuasaan kita.

Demikian juga apa yang terjadi dengan teman saya itu. Kemungkinan pertama, dia belum melakukan upaya sebesar 100% untuk mengembangkan usaha kursusnya. Menurut ‘perasaannya’ teman saya itu sudah melakukan upaya 100%, padahal kenyataannya belum!

Atau barangkali diperlukan kreatifitas, seperti dalam artikel berikut : Cara Membangun Kreativitas atau di sini : Be Kreatif!

Untuk mengukurnya, bandingkan dengan orang lain,  apa yang sudah dilakukan.

***   

1 komentar:

  1. Menurut saya, bisnis apapun pasti akan butuh waktu dan proses yang cukup panjang. Keberhasilan dan kesuksesan bukanlah sesuatu yang instan namun dibutuhkan perjuangan dan doa (kata Bang Haji ini sangat manjur hehe).

    Seiring dengan semakin pesatnya kebutuhan akan komputasi pada pekerjaan modern, pasti akan membutuhkan tenaga-tenaga administrasi yang handal dan siap pakai. Komputer merupakan alat bantu peringkat pertama pada sektor pekerjaan modern, jadi... keep spirit buat temannya, semoga kedepan makin inovatif dan lebih kreatif dalam melakukan strategi marketing.

    Good luck for all ya.

    BalasHapus