My Product

My Product

Senin, 07 Juli 2014

Memilih Principal

Memilih Principal


Principal  hebat yang didukung oleh distributor hebat akan meledakan sebuah kehebatan. Bila salah satu nya tidak terpenuhi kehebatan yang diidamkan itu akan tidak mudah diwujudkan. So, keduanya saling melengkapi dan mendukung.

Pengalaman membuktikan, pemilihan pricipal yang kurang baik akan mengganggu jalannya bisnis. Saat permintaan sebuah produk meningkat, tapi pasokan produk dari principal terganggu maka permintaan pelanggan tidak bisa dipenuhi. Bila itu terjadi berulangkalikali maka tingkat kepercayaan pelanggan menurun, akibat terburuknya adalah pelanggan beralih ke produsen lain.

Kejadian seperti itu, tidak kita inginkan kan? Harapan setiap pelaku usaha semuanya lancar, omset kecenderungannya terus naik sehingga otomatis penghasilan juga naik.

Oleh karena itu, sejak awal berusahalah untuk memilih principal yang baik.

Ada yang tanya “ bukannya yang butuh principal adalah distributor?”, saya katakan tidak sepenuhnya kalimat itu benar.  Hubungan yang terjadi antara principal dengan distributor adalah sebuah hubungan yang setara, saling membutuhkan, dan berkelanjutan.

Memang, ada beberapa principal yang sejak awal sudah menetapkan peraturan tertentu untuk menjadi distributornya, misalnya tentang sistem pembayarannya, kapasitas gudang, armada, dan lokasi perusahaan.  Biasanya yang memberlakukan sistem seperti itu adalah principal yang besar. Tapi untuk principal yang baru, apalagi produknya belum dikenal, biasanya mereka yang mencari distributor untuk memasarkan produknya.

Intinya adalah apa yang kita inginkan adalah sama. Bila kita menginginkan keuntungan berkelanjutan demikian juga dengan orang lain. Bila kita tidak ingin rugi, demikian juga dengan orang lain. Bila sebuah kerjasama bisnis dilandasi dengan prinsip seperti itu, maka kebaikanlah yang akan kita dapatkan. 

Bukankah hadiah dari kebaikan adalah kebaikan!

Bagaimana dengan Anda?   

Bacaan menarik lainnya:
1. Menjajaki Supplier Modern Market
2. Tempat Jualan Online Maknyus

0 komentar:

Posting Komentar