My Product

My Product

Selasa, 19 Agustus 2014

" Semua akan indah pada waktunya ” ( just intermezo bro....)

Semua akan indah pada waktunya





Ketika dalam perjalanan pulang dari kantor, saya melihat tulisan ‘semua akan indah pada waktunya’ di t-shirt yang dipakai seorang penjual siomay.

Kita mungkin pernah mendengar, membaca, ata melihat kalimat itu.
Kalimat itu sangat powerfull. Laksana sebuah mantra sakti yang bisa digunakan dalam berbagai kondisi, terutama pada saat kondisi ‘jatuh’; diputus pacar, ditolak gadis/pria idaman, gagal meraih keinginan; sekolah/kampus/tempat kerja favorit, bisnis hancur dsb dsb dsb hehehe.....

 Dampaknya?

Sangat dahsyat!
Mereka akan bangkit kembali dan berjalan dengan kepala tegak sambil terus me-wirid-kan mantra sakti “ semua akan indah pada waktunya....”

... karena hidup menarik, dan rayakan kesuksesan saat panen telah tiba.

Lalu perhatikan beberapa tahun lagi.

Artikel menarik lainnya :
1. Bila Anda Sudah Bosan dengan Kemiskinan
2. Ingin melakukan perbaikan, masuklah!



Tips Memilih Aplikasi untuk Bisnis Anda? ( bagian 2 dari 3 tulisan )


Tips Memilih Aplikasi untuk Bisnis Anda? ( bagian 2 dari 3 tulisan )




Untuk pertanyaan kedua, kapan saat yang tepat untuk meng-implementasikan teknologi informasi?

Jawaban dari pertanyaan ini juga tergantung dari pendirinya. Ada pendiri bisnis yang sejak awal menerapkan teknologi informasi untuk mendukung aktivitas usahanya. Ada yang menerapkan teknologi secara bertahap yang disesuaikan dengan pertumbuhan usaha. Ada juga yang menerapkan teknologi informasi ketika kondisi usahanya memang ‘mengharuskan’.

Pertanyaan selanjutnya adalah dari ketiga model penerapan teknologi informasi itu, mana pilihan model yang paling baik?

Semua pilihan di atas memiliki kelebihan dan kekurangan.  Bila penerapan teknologi informasi dilakukan sejak awal berdirinya sebuah bisnis, maka proses bisnis yang terjadi sudah diantisipasi sebelumnya sehingga jalannya aktivitas bisnis dan TI sudah sejalan dari awal.

Sedangkan kelemahannya adalah sering dalam perkembangan sebuah bisnis tidak / kurang sesuai dengan perencanaan. Dinamika yang berkembang melenceng dari perencanaan awal.  Sehingga kondisi ini mengharuskan penyesuaian yang terus menerus.

Bila perubahan yang ada skala-nya kecil, maka perubahan itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap sistem dan struktur dasar dari sistem teknologi informasi yang digunakan. Tapi bila perubahan-perubahan yang terjadi semakin besar maka mau tidak mau harus ada perubahan yang fundamental pada sistem dan infrastruktur teknologi informasi, bahkan bisa jadi diperlukan penggantian sistem dan infrastruktur teknologi informasi.

***
Untuk jawaban kedua, kelebihannya adalah karena penerapan teknologi informasi dilakukan secara bertahap maka sang pebisnis bisa melakukan budgeting anggaran dengan lebih baik. Sehingga pengeluaran dana lebih efektif dan efesien.

Kekurangannya adalah pebisnis harus jeli dan bisa memberikan analisis yang tepat kapan penerapan teknologi informasi itu di-implementasikan. Selain itu, karena sejak awal berdirinya bisnis belum diterapkan teknologi informasi maka diperlukan effort yang lebih keras ketika akan menerapkan teknologi informasi.

Bila perkembangan bisnis semakin cepat dan besar maka model pertama dan kedua hampir sama. Kedua model itu mengharuskan pengusaha untuk lebih keras lagi menerapkan teknologi informasi dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Cara-nya bisa meng-upgrade dari yang sudah ada atau mengganti total dengan yang baru.

***

Untuk pilihan ketiga, laksana sebuah paksaan untuk menerapkan teknologi informasi. Namanya paksaan maka pada awalnya tidak meng-enak-kan. Iya kan? 
Tapi hal ini harus dilakukan bila pebisnis tidak ingin tergilas oleh jaman dan tinggal sejarah!

Akhirnya keputusan kembali pada Anda, dan Anda sendirilah yang seharusnya paling tahu bisnis Anda?

Bagaimana pendapat Anda?

Untuk bagian ke-3 silahkan baca di sini : Tips memilih aplikasi bisnis ( bagian ke-3 ) dan Tips memilih aplikasi bisnis ( bagian ke-1 )

Barangkali artikel berikut ini cocok untuk Anda yang ingin  menganalisa Laporan Keuangan :
1. Cara menganalisa Laporan Keuangan ( Bagian ke-1 )
2. Tips Menganalisa Laporan Keuangan


*** 

Kamis, 14 Agustus 2014

Tips Memilih Aplikasi untuk Bisnis Anda

Tips Memilih Aplikasi untuk Bisnis Anda




Seberapa pentingkah penggunaan teknologi informasi untuk bisnis Anda?

Kapan saat yang tepat untuk meng-implementasikan teknologi informasi?

Seberapa besar dana yang digunakan untuk meng-implementasikan teknologi informasi?

Itu beberapa pertanyaan yang sering ditemui pada pelaku bisnis, khususnya bagi mereka yang baru memulai atau yang ingin mengembangkan usahanya.

Saat ini, seperti yang kita lihat, dengarkan, dan rasakan, perkembangan teknologi sangat pesat. Hampir tiap hari  kita dijejali berbagai iklan tentang teknologi. Teknologi sudah menjadi ‘komoditi’, bukan lagi sesuatu yang mewah dan mahal serta hanya bisa dinikmati oleh orang-orang tertentu.

Kembali ke pertanyaan tentang seberapa pentingkah penggunaan teknologi informasi untuk bisnis Anda? Jawabannya adalah kembali kepada visi dan misi bisnis Anda! Bila Anda berkeyakinan bahwa denggan menggunakan teknologi informasi akan dapat membantu mewujudkan visi dan misi Anda maka penggunaan teknologi informasi adalah sebuah keniscayaan.

Sebaliknya, bila penggunakan teknologi informasi tidak akan berdampak pada pencapaian visi dan misi Anda maka untuk apa menggunakan teknologi informasi.

Kedua alasan itu, mungkin sebagai jawaban ekstrim, pada kenyataan tidak seperti itu. Sekolot apapun Anda, saya yakin hampir semua bisnis menggunakan teknologi informasi, paling tidak menggunakan aplikasi semisal Excel dan pengolah kata; Words.

Apabila Anda baru menjalankan bisnis, atau bisnis Anda berada pada skala kecil menuju menengah, dua aplikasi itu sudah cukup untuk mendukung aktivitas bisnis. Aplikasi semacam Excel sangat powerfull untuk mendukung bisnis Anda, sejak perencanaan sampai report dan analisa seperti pembuatan laporan keuangan.

Kita ingin kan bisnis yang didirikan bertumbuh? Setelah bisnis berkembang maka aplikasi semacam Excel dan Word harus dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi yang lain, seperti aplikasi accounting; MYOB, Accurate atau aplikasi Enterprise Resources Planning ( ERP ) SAP B1.

Salah satu usaha yang sedang kami kelola yaitu penjualan hasil laut; teri nasi goreng, kripik ikan kalapan juga sudah memanfaatkan aplikasi-aplikasi di atas.

Bila ingin berdiskusi dan ingin meng-implementasikan untuk usaha Anda, bisa menghubungi kami di sini sedikit promosi hehehe.....

Bila kecepatan bisnis terus tumbuh sehingga bisnis menjadi besar, maka penggunaan teknologi juga harus diperbarui. Aplikasi-aplikasi di atas sudah tidak relevan lagi untuk digunakan. Untuk skala ini, kebanyakan memanfaatkan aplikasi Enterprise Resources Planning ( ERP ) dengan membangun sendiri atau yang sudah tinggal pakai seperti SAP, Adempiere.

Sekali lagi itu adalah sebuah pilihan! Da,n bila pilihan Anda adalah tetap tidak ingin menggunakan teknologi informasi dengan tetap mempertahankan penggunaan semacam kitir, congklak, kotak kiri-kanan, dan sejenisnya juga monggo, lalu perhatikan apa yang akan terjadi! ( meminjam kalimatnya Om Mario Teguh )

Kesimpulannya, bila penggunaan teknologi informasi dianggap penting maka manfaatkan, tapi bila tidak penting maka tidak usah digunakan!

Bersambung....

Artikel bagian ke-2 dan ke-3 :
1. Tips memilih aplikasi bisnis ( bagian ke-3 )
2. Tips memilih aplikasi Bisnis ( Bagian ke-2 )

Selasa, 12 Agustus 2014

Dimana tempat jualan online yang 'menjual' ?

Dimana tempat jualan online yang menjual


Apakah berjualan online harus punya website?

Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak tergantung visi dan misa berjualan.

Idealnya memang harus punya website. Website laksana sebuah rumah, etalase, toko, atau tempat untuk berinteraksi dengan calon pelanggan dan pelanggan.

Hal itu berlaku hampir semua yang bisa dijual, tak terkecuali snack hasil laut : kripik ikan kalapanteri nasi gorengsiput lautteri nasi balado.

Bila anda ingin membeli barang dari produsen silahkan baca tips-tipsnya di sini.

Sebagaimana kita pada saat ingin membeli sesuatu di dunia offline, biasanya mendatangi toko, outlet, ruang pamer, atau pasar. Melihat-lihat barang dulu, lalu membandingkan dengan outlet lain, selanjutnya baru memutuskan membeli barang.

Demikian juga dengan pembeli online, calon pembeli ingin juga melihat apa yang kita jual, membandingkan dengan penjual lain, selanjutnya memutuskan pembelian. Bagaimana calon pembeli bisa melihat jualan kita bila tidak punya website? Memang masih banyak sarana lain yang bisa digunakan, misalnya kirim foto ( brosur)via email, mms, bbm, atau fasilitas socmed. Tapi akan lebih kelihatan profesional dan bonafide bila memiliki website sendiri.

Bila sarana itu belum bisa diwujudkan karena berbagai alasan, maka alternatifnya ya memakai sarana yang disediakan oleh pihak lain, seperti socmed, situs-situs penjualan, atau melalui forum-forum komunitas.
Beberapa situs penjualan yang bisa dimanfaatkan antara lain :
  Situs ini bagus, bisa dipercaya, memiliki fasilitas gratis dan             berbayar.
 2. Bukalapak
    Hampir sama dengan Tokopedia, situs ini memiliki reputasi yang baik. Ada fasilitas gratis dan berbayar.
 3. Elevenia
   Situs ini cukup baik, bahkan beriklan besar-besar di berbagai media dengan menggunakan bintang iklan dari  artis terkenal. Mereka menarik fee beberapa persen dari setiap transaksi penjualan.

Monggo silahkan dipilih sendiri yang kira-kira paling cocok dengan karakter barang yang anda jual. Untuk menunjang peningkatan brand dan omset penjualan, selain melalui situs-situs di atas, beriklanlah melalui situs-situs terkenal seperti olx atau situs-situs iklan lainnya.  

Bila masih kurang berdampak, anda bisa beriklan melalui layanan iklan premium di Google Adword atau Facebook.

Setelah upaya-upaya itu dilakukan, lihat apa yang akan terjadi! Tapi jangan lupa upaya meminta pada yang punya dunia dan alam semesta ini yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa juga terus dijalankan.

Bagaimana pendapat Anda?

Selasa, 05 Agustus 2014

Kreatif!


Kreatif
Kreatif



Kata orang agar usaha atau bisnis bisa meningkat maka perlu kreatif!

Sebagai contoh adalah PT Kereta Api Indonesia dan PT Pos Indonesia sebagai salah satu perusahaan logistik. Seandainya kedua perusahaan plat abang itu tidak berevolusi dengan inovasi baru yang kreatif, niscaya keduanya tinggal sejarah. Kini, kedua perusahaan itu mengalami pertumbuhan yang pesat dengan berbagai inovasi kreatif-nya.

Lalu bagaimana dengan kita, sudahkah berinovasi untuk meningkatkan usaha kita?

Tentu sudah banyak yang melakukan, atau baru sedikit, atau masih coba-coba untuk menemukan formula yang tepat, yang pasti terus berusaha, jangan berhenti hehehe....

Semakin banyak kita bergerak dan mencoba, semakin banyak juga template yang ditemukan. Perlu tenaga banyak? Iya emang seperti itu, tapi yakinlah bahwa tak ada yang sia-sia tenaga yang sudah dikeluarkan.... masih kata orang “ semua akan indah pada waktunya”

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah melakukan benchmarking, bukankah ada yang mengatakan bahwa tidak ada yang benar-benar baru di dunia ini, yang ada hanyalah pengulangan.

Luangkan waktu sejenak untuk mengamati produk sejenis dari produsen lain. Bukan berarti kita ‘hanya’ menjadi pengikut, tapi langkah ini akan kita jadikan sebagai pembanding. Ada kan sebuah pepatah “ seperti katak dalam tempurung “, yang kurang lebih maksudnya adalah bila kita tidak pernah melihat ‘dunia luar’, kita akan jauh tertinggal. Kita sudah menganggap produk kita hebat, tapi tatkala melihat yang diproduksi produsen lain ternyata jauh tertinggal.

Maka sekali-kali kita perlu melongok keluar!

Langkah berikutnya beri ‘sedikit’ inovasi kreatif pada produk kita. Beberapa tahun yang lalu, pernah ngetren kancing baju di ujung krah. Kelihatannya remeh, tapi dampaknya luar biasa dan menjadi tren busana pada waktu itu.

Contoh lain, pada awalnya kita hanya mengenal jenis bakso. Sekarang berkembang menjadi banyak varian bakso; bakso bakar, bakso kotak, bakso ikan. Demikian juga munculnya banyak varian jenis makanan, itu adalah salah satu hasil dari inovasi kreatif!

Sekali lagi tidak perlu muluk-muluk, amati produk yang sudah ada, lalu tambah sedikit value-nya. Produk-produk keren yang ada saat ini juga muncul dari hasil evolusi produk-produk yang sebelumnya sudah ada. Smartphone, socmed, adalah hasil inovasi dari produk-produk sebelumnya.

So berkreasi-lah!

Bagaimana dengan Anda? 


Artikel menarik berikut ini bisa memperluas kreatifitas Anda : Cara Membangun Kreatifitas atau yang ini : Kehidupan yang Menarik

Minggu, 03 Agustus 2014

Lebaran, panen industri makanan dan minuman


Lebaran, panen industri makanan dan minuman


Hari ini 4 Agustus 2014, kebanyakan aktivitas rutin dimulai, kecuali sekolah-sekolah masih banyak yang libur.

Dan bagi mereka yang bergerak di industri makanan dan minuman sudah mengurangi aktivitasnya, setelah hampir satu bulan berjibaku dengan produksi dan distribusi. Kini saatnya menghitung hasilnya hehehe.... lalu istirahat sejenak ( kebalikan dari kebanyakan orang ).

Ramadhan dan Idhul Fitri memang selalu membawa berkah bagi siapa saja. Bank Indonesia memperkirakan uang yang beredar selama Idhul Fitri 1435H mencapai 580,3T (sumber data). Salah satu sektor yang kecipratan peredaran uang sebesar itu adalah sektor industri makanan. Termasuk penjualan makanan hasil laut ( kripik ikan kalapanteri nasi gorengsiput lautbalado ikan kalapanbalado teri nasi ) meningkat tajam, bahkan saat liburan menjelang lebaran masih ada yang pesan barang. Sayangnya kami belum bisa melayani semua, karena ikut mudik juga hehehe...

Saat ini masih ada permintaan dari beberapa toko oleh-oleh yang harus dipenuhi dan semoga bisa memenuhi-nya.

Hukum alam akan berlaku, setelah puncak maka saatnya turun, lalu apa yang harus dilakukan?

Nasehat dari salah seorang penulis buku adalah "mengasah gergaji", sehingga bisa digunakan lebih baik lagi di saat lain.

Dan semoga momen lebaran dan liburan yang telah kita jalani akan membawa energi baru untuk melangkah ke depan dengan lebih baik dan lebih optimis serta keberkahan akan selalu menyertai kita. Amiin.

Bagaimana dengan Anda?

***

Senin, 07 Juli 2014

Memilih Principal

Memilih Principal


Principal  hebat yang didukung oleh distributor hebat akan meledakan sebuah kehebatan. Bila salah satu nya tidak terpenuhi kehebatan yang diidamkan itu akan tidak mudah diwujudkan. So, keduanya saling melengkapi dan mendukung.

Pengalaman membuktikan, pemilihan pricipal yang kurang baik akan mengganggu jalannya bisnis. Saat permintaan sebuah produk meningkat, tapi pasokan produk dari principal terganggu maka permintaan pelanggan tidak bisa dipenuhi. Bila itu terjadi berulangkalikali maka tingkat kepercayaan pelanggan menurun, akibat terburuknya adalah pelanggan beralih ke produsen lain.

Kejadian seperti itu, tidak kita inginkan kan? Harapan setiap pelaku usaha semuanya lancar, omset kecenderungannya terus naik sehingga otomatis penghasilan juga naik.

Oleh karena itu, sejak awal berusahalah untuk memilih principal yang baik.

Ada yang tanya “ bukannya yang butuh principal adalah distributor?”, saya katakan tidak sepenuhnya kalimat itu benar.  Hubungan yang terjadi antara principal dengan distributor adalah sebuah hubungan yang setara, saling membutuhkan, dan berkelanjutan.

Memang, ada beberapa principal yang sejak awal sudah menetapkan peraturan tertentu untuk menjadi distributornya, misalnya tentang sistem pembayarannya, kapasitas gudang, armada, dan lokasi perusahaan.  Biasanya yang memberlakukan sistem seperti itu adalah principal yang besar. Tapi untuk principal yang baru, apalagi produknya belum dikenal, biasanya mereka yang mencari distributor untuk memasarkan produknya.

Intinya adalah apa yang kita inginkan adalah sama. Bila kita menginginkan keuntungan berkelanjutan demikian juga dengan orang lain. Bila kita tidak ingin rugi, demikian juga dengan orang lain. Bila sebuah kerjasama bisnis dilandasi dengan prinsip seperti itu, maka kebaikanlah yang akan kita dapatkan. 

Bukankah hadiah dari kebaikan adalah kebaikan!

Bagaimana dengan Anda?   

Bacaan menarik lainnya:
1. Menjajaki Supplier Modern Market
2. Tempat Jualan Online Maknyus